WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA


WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA
Oleh : Irvan Heriadi

utk mengenal,memahami serta menyadari JatiDiri sbg Manusia Indonesia scr etnis maupun budaya kearah memenuhi “CINTA BANGSA dan TANAH AIR adl bagian dari IMAN”.
Wawasan adalah Pandangan,Penglihatan,Penilaian,Tinjauan,Pengetahuan,Penelitian. Wawasan Kebangsaan Indonesia ialah Pengetahuan, Penilaian, Pandangan ttg Hal Ihwal Bangsa bernama Indonesia secara Prinsif.
BANGSA

1. Mnrt Kamus bisa berarti: Kedudukan,Martabat, Keturunan. Kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan,adat,bahasa dan sejarahnya serta berpemerintahan sendiri. Kumpulan manusia yg biasanya terikat karena kesatuan bhs dan kebudayaan dlm arti umum serta menempati wilayah tertentu di bumi ini.

2. Menurut Ernest Renan: kumpulan manusia yg mendiami suatu wilayah sbg hsl pengalaman sejarah dg ikatan suka dan duka. Jadi ciri khas Bangsa ialah perujudan kehidupan suka duka di tanggung bersama.

3. Berdasar AlQURAAN S. Al Fatah ayat 29 dgn penegasan menurut hadits: “Perumpamaan kehidupan org2 yg ber-Iman diantara sesamanya, dlm hal saling merindukan serta saling kasih sayang dan saling tolong menolong adl sprt halnya gerak kehidupan satu tubuh yg utuh sehat. Apabila satu bagian (anggota) nya cedera (sakit), niscaya seluruh tubuhnya itu serempak turut merasakannya dg tdk bisa tidur dan demam, begitu gerak kehidupan org2 ber-IMAN.
INDONESIA

4. Menurut sejarahnya Negara Indonesia ini dulu dikenal dengan nama Nusantara, berasal dari bahasa Jawa kuno, “Nusa= Pulau Antara= hubungan/rangkaian”. Bangsa lain saat itu hanya tahu bahwa ada kepulauan yang terletak di wilayah Hindia, yang mencakup antara lain; Pakistan, India, Birma/Thailand, Bangladesh, Indochina dan Nusantara. Karena itu Nusantara disebut Indonesia, karena brasal dari kata” Indus (latin) artinya Hindia dan Nesos/Nesioi (yunani) artinya Pulau/Kepulauan”.
Awal abad 19 M, seorang Etnolog bernama G.W. Earl memberi nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia/Kepulauan Melayu menjadi “Indunesia atau Melayunesia”.
Pada tahun 1850 M seorang Etnolog Ingris Sir James Richardson Logan menulis sebuah majalah “Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia 1850″ merubah ‘Indian Archipelago’ dengan Indunesia G.W.Earl kemudian mengganti huruf ‘u’ mjd ‘o’, maka lahirlah istilah “INDONESIA”.
Tahun 1862 M, istilah Indonesia dipakai oleh seorang Inggris Maxwell dalam bukunya “The Island of Indonesia” dalam hubungan dengan Ilmu Bumi. Nama Indonesia semakin terkenal di th 1884 M, ketika Etnolog Jerman Adolf Bastian dalam buku tulisannya “Indonesian Order Die Inselin Des Malayische Archipels”.
Para Pelajar Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908 M mendirikan organisasi bernama “Indische Vereeniging”, yang pada tahun 1912 diganti menjadi “Perhimpunan Indonesia”. Hal mana untuk mengimbangi istilah yang di pakai oleh Pemerintah Kolonial Belanda saat itu ialah “Hindia Belanda”.
Pada tanggal 28 oktober 1928 M Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan istilah Indonesia dalam Sumpah Pemuda. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 M istilah Indonesia secara resmi di gunakan sebagai nama Bangsa dan Negara bersamaan dengan Prolamasi Kemerdekaan Indonesia.

5. Pendapat lain tentang istilah Indonesia di sunting dari beberapa buku sejarah Indonesia, Umum maupun Dunia antara lain buku susunan Prayudi Atmosudirdjo, Sejarah, Ekonomi dan sosiologi, menjelaskan istilah Indonesia adalah gabungan dari kata Indo= campuran/Pembauran dan Nesia= potongan dari Melanesia dan Polynesia.
Dimaksd dengan Melanesia adalah gugusan kepulauan di samudera Pasifik sebelah Utara, dari Philipina dan Papua Nugini ke Timur, manusia yang mendiami wilayah tersebut disebut “Etnis Melanesia”. Sedangkan Polynesia adalah gugusan kepulauan di samudera Pasifik Selatan dari Benua Australia ke sebelah Timur, manusia yang mendiami wilayah tersebut dinamai “Etnis Polynesia”.
Beberapa abad sebelum Masehi sebagian dari rumpun Melanesia dan Polynesia melakukan migrasi ke sebelah barat menempati wilayah dari Papua Barat sampai dengan pulau We. Ditempat yang baru mereka bercampur baur menjadi “Indonesia” dengan menganut Budaya/Alam Pikiran/Pola Pikir yg disepakati, yaitu “Animisme”, dari Animo= Ruh dan Isme= Faham/Ajaran, jd “Animisme” adalah Faham/Ajaran tentang adanya Ruh yang mempengaruhi nasib baik dan buruk manusia. Ruh bagi mereka dianggap sebagai Penguasa/Tuhan. Jadi Rumpun Indonesia saat itu baru merupakan satu Resultan/Resultasi diri perjalanan/perkembangannya menjadi satu Bangsa. Terhadap “Indonesia” yang demikian itu memasuki awal abad Masehi didatangi bagian bangsa dari IndoArya membawa Hinduisme sebagai Budaya/Alam Pikiran/Pola pikir, terjadilah asimilasi Budaya/Aculturasi Proses termasuk Etnis, Yaitu Percampuran/Pembauran Budaya/Alam Pikiran/Pola Pikir dan Etnis. Maka terbentuklah “Sosial Piramidal 4 tingkatan/Kasta”, yaitu: Brahma, Ksatria, Waisya, Sudra. Begitu selanjutnya datang Indo Mongol membawa Budhisme/Shino IndoArya, menjadi sosial Piramidal 5 tingkatan. Datang pula Indo Schamit membawa Islam. Terakhir dtg Indo Eropa membawa Kristenisme/Hellenisme dan Science, maka menjelmalah Sosial Piramidal 7 tingkatan.
Selanjutnya memasuki abad ke 20 M tgl 17 Agustus 1945 mereka sepakat menyatakan sbg bangsa yg merdeka secara Fisik melalui Proklamasi Kemerdekaan dan pada tanggal 18-08-1945 menyatakan Tekad mengisi kemerdekaan dengan Pancasila sebagai Landasan Ideal dan UUD 1947 sebagai Landasan Konstitual. Sampai dengan hari ini.
Sudahkah kita memenuhi rumusan sebagai Bangsa, yakni mengujudkan kehidupan Sosial masyarakat majemuk secara Etnis maupun Budaya/Alam Pikiran/Pola Pikir yang suka duka ditanggung bersama?. Membangun masyarakat Indonesia yang sehat,Selamat,Adil,Sejahtera,Bahagia, Aman dan Damai? Kalau BELUM!! Mengapa? Apa yg melatar belakanginya? Dan bgmn jln keluarnya?

2 thoughts on “WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA

  1. KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: JARIMAH DAN UQUBAH

    [A] JARIMAH DAN UQUBAH
    Fikih jinayah adalah ilmu tentang hukum syara’ yang berkaitan dengan masalah perbuatan yang dilarang (jarimah) dan hukumannya (uqubah), yang diambil dari dalil dalil yang terperinci. Definisi tersebut merupakan definisi antara pengertian “fikih” dan “jinayah”.

    Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa objek pembahasan fikih jinayah itu secara garis besar ada 2 yakni: jarimah (tindak pidana) dan uqubah (hukumannya).

    Pengertian jarimah sebagaimana yang dikemukakan oleh imam al mawardi adalah sebagai berikut:

    “Jarimah adalah perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh syara’ yang diancam oleh Allah dengan hukuman had atau ta’zir.”

    Dalam istilah lain jarimah disebut juga dengan jinayah. Menurut abdul qadir audah pengertian jinayah adalah sebagai berikut:

    “jinayah adalah suatu istilah untuk perbuatan yang dilarang oleh syara’, baik perbuatan tersebut mengenai jiwa, harta, atau lainya.

    Adapun pengertian hukuman sebagaimana dikemukakan oleh abdul qadir audah adalah:

    “hukuman adalah pembalasan yang ditetapkan untuk kemaslahatan masyarakat, karena adanya pelanggaran atas ketentuan-ketentuan syara”

    [B] MACAM – MACAM JARIMAH

    Diantara pembagian jarimah yang paling penting adalah pembagian yang di tinjau dari segi hukumannya. Jarimah ditinjau dari segi hukumanya terbagi pada tiga bagian, yakni;

    [1] jarimah hudud [2] jarimah qishash dan diat [3] jarimah ta’zir

    [1] Jarimah Hudud

    Jarimah hudud adalah jarimah yang diancam dengan hukuman had. Pengertian hukuman had sebagaimana yang dikemukakan oleh abdul qadir audah adalah ;

    “Hukuman had adalah hukuman yang telah ditentukan oleh syara’ dan merupakan hak Allah.”

    Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa ciri khas jarimah hudud itu adalah sebagai berikut:

    [a] hukumannya tertentu dan terbatas, dalam arti bahwa hukuman tersebut telah ditentukan oleh syara’ dan tidak ada batas minimal dan maksimal.

    [b] hukuman tersebut merupakan hak Allah semata-mata, atau kalau ada hak manusia disamping hak Allah maka hak Allah yanglebih dominan.

    Oleh karena hukuman had itu merupakan hak Allah maka hukuman tersebut tidak boleh digugurkan oleh perseorangan (orang yangtelah menjadi korban atau keluarganya) atau oleh masyarakat yang diwakili oleh negara.

    Jarimah hudud ada tujuh macam yakni:
    [1] jarimah zina
    [2] jarimah qadzaf
    [3] jarimah syurb al-khamr
    [4] jarimah pencurian
    [5] jarimah hirabah
    [6] jarimah riddah
    [7] jarimah pemberontakan (al-bagyu)

    [2] Jarimah Qishash dan Diat

    Jarimah qishash dan diat adalah jarimah yang diancam dengan hukuman qishash atau diat. Baik qishash dan diad adalah hukuman yang sudah ditentukan oleh syara’. Perbedaanya dengan hukuman had adalah bahwa hukuman had merupakan hak Allah, sedangkan qishash dan diat merupakan hak manusia (hak individu). Disamping itu perbedaan yang lain adalah karena hukuman qishash dan diat merupakan hak manusia maka hukuman tersebut dapat digugurkan oleh korban atau keluarganya, sedangkan hukuman had tidak bisa digugurkan atau dimaafkan.

    Pengertian qishash sebagaimana dikemukakan oleh muhammad abu zahrah adalah:
    “persamaan dan keseimbangan antara jarimah dan hukuman.”

    Jarimah qishash dan diat ini hanya ada dua macam, yakni pembunuhan dan penganiayaan. Namun apabila diperluas jumlahnya ada lima macam:

    [a] pembunuhan sengaja
    [b] pembunuhan menyerupai sengaja
    [c] pembunuhan karena kesalahan
    [d] penganiayaan sengaja
    [e] penganiayaan tidak sengaja

    [3] Jarimah Ta’zir

    Jarimah ta’zir adalah jarimah yang diancam dengan hukuman ta’zir. Pengertian ta,zir menurut bahasa adalah ta’dib, artinya memberi pelajaran, ta’zir juga diartikan dengan ar raddu wal man’u, yang artinya menolak dan mencegah. Sedangkan pengertian ta’zir menurut istilah, sebagaimana dikemukakan oleh al mawardi adalah;
    “ta’zir adalah hukuman pendidikan atas dosa (tindak pidana) yang belum ditentukan hukumannya oleh syara’.

    Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa hukuman ta’zir adalah hukuman yang wewenang menetapkannya diserahkan kepada khalifah (kepala negara). Disamping itu dari definisi diatas dapat diketahui bahwa ciri khas jarimah ta’zir adalah sebagai berikut:

    [1] hukumannya tidak tertentu dan tidak tidak terbatas. Artinya hukuman tersebut ada batas minimal dan maksimal.
    [2] penentuan hukuman tersebut adalah hak khalifah.
    -

  2. Oleh Turiman Fachturahman Nur
    qitriaincenter@yahoo.co.id
    Jika bangsa Indonesia 1928 bisa menyatukan satu tekad satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, yang kemudian dimaknai kebangkitan bangsa Indonesia, itulah yang diperingati sebagai INDONESIA BANGKIT dan hal ini kemudian mengantar bangsa ini pada kemerdekaannya 17 Agustus 1945, itulah yang kita peringati INDONESIA RAYA, kemudian bangsa ini melewati perjalanan yang panjang ke era reformasi hingga sampai saat ini, dan kedua moment itu memberikkan gambaran, bahwa sesungguhnya Bangsa Indonesia telah memiliki modal dasar kuat baik untuk menjawab berbabagi bentuk tantangan, sekaligus mewujudkan sebagai sarana mewujudkan cita-cita nasionalnya, itulah INDONESIA Modern yang relegius.
    Wahai generasi muda bangsa kita saat ini diajak dan disemangati untuk meneruskan pembangunan bangsa menuju Indonesia maju dan sejahtera di abad 21. namun tantangan yang kita hadapi untuk menjadi negara maju dan sejahtera akan makin berat dan kompleks, tetapi kita percaya dengan ridho Allah SWT dan dengan persatuan kebersamaan dan kerja keras kita semua cita-cita ini bisa kita wujudkan.
    2. Bagaimana menuju INDONESIA modern ?
    Prinsip perjuangan Indonesia menuju Indonesia modern pada hakekatnya memiliki akar sejarah yang kuat, pijakan sosial yang teguh, serta berwawasan jauh kemasa depan sehingga menjadi pedoman dalam menjawab permasalahan bangsa, negara dan masyarakat.
    Permasalahan bangsa Indonesia, salah satunya adalah sulitnya menyatukan persepsi dan paradigma anak-anak bangsa, bahwa semua kita sepakat bangsa ini boleh maju, boleh bersaing dengan bangsa lain, boleh mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan disegala bidang, tetapi jangan sampai kehilangan JATIDIRI bangsa, tetaplah bangsa Indonesia, ketika itu hilang prinsip negara yang menjadi identitas nasional, yaitu BHINNEKA TUNGGAL IKA yang ada di lambang negara, maka multiplayer efeknya akhirnya pada tatanan masyarakat akan terkoyak, oleh karena itulah setelah terbitnya UU No 40 Tahun 2008 tidak ada lagi diskriminasi etnis anti dikriminasi, karena sesungguhnya itu esensi terdalam dan ruh serta semangat bangsa ini, yaitu BHINNEKA TUNGGAL IKA yang dicengkram olek cakar kaki Garuda Pancasila, itulah juga yang sudah ditangkap oleh anak bangsa Soekarno pada tanggal 22 Juli 1958 Presiden Soekarno menyatakan: “Lihatlah sekali lagi, aku berkata indahnya Lambang Negara ini, yang menurut pendapat saya Lambang Negara Republik Indonesia ini adalah yang terindah dan terhebat dari pada seluruh lambang-lambang Negara di muka bumi ini. Saya telah melihat dan mempelajari lambang-lambang negara yang lain-lain. Tapi tidak ada satu yang sehebat, seharmonis seperti Lambang Negara Republik Indonesia.
    Lambang yang demikian telah terpaku di dalamnya kalbu Rakyat Indonesia, sehingga lambang ini telah menjadi darah daging rakyat Indonesia dalam kecintaannya kepada Republik, sehingga bencana batin akan amat besarlah jikalau dasar negara kita itu dirobah, jikalau Dasar Negara itu tidak ditetapkan dan dilangengkan: Pancasila. Sebab lambang negara sekarang yang telah dicintai oleh Rakyat Indonesia sampai ke pelosok-pelosok desa itu adalah lambang yang bersendikan kepada Pancasila. Sesuatu perobahan dari Dasar Negara membawa perobahan dari pada lambang negara.
    Saya mengetahui bahwa jikalau lambang negara ini dirobah, sebagian terbesar dari pada Rakyat Indonesia akan menolaknya. Cinta rakyat Indonesia kepada lambang ini telah terpaku sedalam-dalamnya di dalam jiwanya, berarti cinta sebagian terbesar dari pada Rakyat Indonesia kepada Pancasila. Lihatlah sekali lagi kepada Lambang Negara kita Pancasila, yang dilukiskan diatas burung garuda.”
    Simbol-simbol pada lambang negara, bukan hanya sekedar simbol yang perancangannya dengan sarat dengan beban psikologi sejarah, tetapi mempresentasi perasaan dan ide dan visi dan misi bangsa Indonesia jauh kedepan, oleh karena itu Perjuangan INDONESIA Modern dan pemahaman terhadap situasi krisis yang dihadapi negara dan bangsa Indonesia serta dampak yang menyertainya saat ini, semakin memperteguh keyakinan akan prinsip “INDONESIA Modern yang relegius’ sebagai sistem pemecahan masalah yang fundamental dan komprehensif, mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan negara atau bangsa pada hakikatnya adalah masyarakat nasional, yaitu wadah berhimpunnya manusia-manusia yang memiliki pembawaan kodrati sifat dinamis. Dengan sifat kedinamisan itu suatu bangsa merancang simbol-simbol sebagai sarana pengintegrasi/pemersatu bangsa tersebut, permasalahannya adalah bagaimana kita menyatukan persepsi, pola pikir paradigma dan prilaku dari elemen-elemen bangsa ini yang berbeda-beda itu, tentunya perlu wadah perjuangan yang proporsional, yaitu sebuah ormas yang independent, institusi yang mirip oxigen tidak berbau tetapi dapat dirasakan, yang elemennya lintas etnis, lintas partai, lintas pakar, lintas LSM, lintas Agama,
    Dengan demikian INDONSIA modern yang relegius esensi terdalamnya adalah sebuah kumpulan atau forum stakeholder yang peduli dengan bangsa ini dan daerahnya, karena jika kita bersama mewujudkan visi dan misi yang sama, jika duduk bersama, pemecahan bersama, analisis bersama, total action bersama, maka wadah perjuangan INDONESIA modern yang relegius seperti ibaratnya tugas seorang psikolog yang sedang menganalisa dan memberikan solusi pemecahan masalah kepada kliennya, oleh karena itu prinsip INDONESIA Modern yang relegius adalah sistem pemecahan masalah yang fundamental dan komprehensif yang mitra pemerintah tetapi bisa mengontrol pemerintah siapapun presidennya, INDONESIA Modern yang relegius hanya dengan password yaitu “Terobosan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s