Tahapan – tahapan Setan dalam Menyesatkan Manusia
Posted: 16/05/2010 Filed under: I'am a Moslem | Tags: Agama, gangguan, islam, kiat, manusia, sesat, setan, tahapan 2 Comments »
Iman Ibnul Qayyim Rohimahullah menyebutkan ada enam marhalah atau tahapan setan dalam menyesatkan umat manusia.
1. Mengajak kepada kesyirikan dan kekufuran
Ini adalah tujuan setan yang paling utama, yaitu menjerumuskan hamba-hamba Alloh ke jurang kesyirikan dan lembah kekufuran.
Kebanyakan mereka yang terjatuh dalam jurang ini adalah orang-orang bodoh dan jauh dari ilmu agama. Bila tahapan ini berhasil, makasetan merasa tenang dan bisa istirahat, namun bila manusia itu mendapatkan hidayah Sunnah dan Islam, maka ia mencoba menggodanya dengan tahapan selanjutnya.
2. Menyeru kepada bid’ah
Yaitu membuat perkara baru dalam ibadah dan keyakinan yang tidak ada contohnya dari Rosululloh SAW.
Orang yang terjangkitr penyakit bid’ah ini biasanya tidak menyadari bahwa dirinya telah berbuat salah dan dosa akibat jerat setan. Bahkan ia menganggap dirinya sedang melakukan amal kebaikan.
Apabila langkah gagal dikarenakan seseorang mengenal Sunnah dengan baik, dan menjahui berbagai bentuk kebid’ahan, maka setan akan melancarkan tahapan berikutnya.
3. Mendorong untuk melakukan dosa-dosa besar
Setan menghiasi dosa-dosa besar di mata manusia dengan berbagai keindahan, sehingga ia lupa bahwa dirinya sedang melakukan dosa besar dan menunda-nunda waktu tobatnya.
Setan membisikkan ke telinganya “tak mengapa engkau melakukan dosa besar selama tetap menjaga sholat dan tidak berbuat kesyirikan”. Apabila hamba itu berhasil lepas dari dosa-dosa besar dan bertaubat serta menyesali perbuatannya, maka setan berlalih ke tahapan selanjutnya.
4. Menganggap remeh dosa-dosa kecil
Setan akan membisikkan ke telinga seseorang dengan was-was “tidak mengapa engkau melakukan dosa-dosa kecil selama menjauhi dosa-dosa besar”, sehingga ia akan menganggap remeh dosa-dosa kecil tersebut, dan malah diperbuatnya terus-menerus.
Padahal dosa-dosa kecil akan menjadi besar apabila dilakukan secara terus-menerus.
Ibnu Mas’ud RA berkata :
“Janganlah kamu melihat kecilnya suatu mjaksiat, akan tetapi lihatlah kepada siapa kamu berbuat maksiat”, yaitu kepada Alloh yang Maha Agung.
Apabila hamba tersebut selamat dari rintangan ini dan bertobat, maka setan akan beralih ke tahapan berikutnya.
5. Menyibukkan dengan yang mubah
Setan akan menyibukkan seseorang dengan hal-hal Mubah (boleh) sehingga memalingkannya dari melakukan ketaatan (amal sholih). Contohnya berlebih-lebihan dalam makan, minum, tidur, berbicara, dan sebagainya. Terlalu ingin perlente dalam berpakaian, berpenampilan, dan sebagainya. Hal-hal ini demikian menyita waktu seseorang sehingga ia tak sempat lagi membaca dzikir pagi dan petang, tilawah Al-Qur’an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan amal-amal sholih lainnya. Terlebih lagi sekarang, sarana-sarana hiburan demikian banyak dan beragam serta menarik, seperti permainan game di komputer, acara-acara di layaar kaca, menjelajah dunia maya (internet), dan sebagainya. Tidak sedikit orang-orang yang menghabiskan waktunya berjam-jam dihadapan televisi atau komputer sehingga tak sempat lagi membaca Al-Qur’an.
Kemudian bila setan gagal dalam tahapan ini, maka ia tidak berputus asa dan mencoba ke tahapan selanjutnya.
6. Menyibukkan seseorang dengan amalan ketaatan yang kurang utama sehingga meninggalkan amalan yang lebih utama (lebih Afdhal)
Contohnya merayu seseorang untuk asyik melakukan ibadah yang sunnah tetapi dengan meninggalkan ibadah yang wajib. Kita dapati ada sebagian manusia yang gemar mengadakan selamatan-selamatan, mengundang makan dan bersedekah tetapi tidak mengeluarkan zakat hartanya. Menyumbang dana untuk pembangunan mesjid tetapi ia sendiri tidak solat. Suka menyalurkan bantuan ke panti-panti yatim tetapi tidak memperhatikan ibunya yang lemah atau kerabatnya yang sangat membutuhkan bantuan. Kita dapati banyak mesjid-mesjid yang sebenarnya sudah bagus fisiknya, kemudian dirombak dan dipercantik dengan biaya yang besar, sementara kebodohan masyarakat tentang Din (agama) di sekitar mesjid tidak diperhatikan.
Ini adalah sekelumit contoh bagaimana trik-trik setan dalam memperdaya manusia.
Kemudian apabila setan gagal dalam menggelincirkan seseorang dengan keenam tahapan tersebut maka ia akan mengerahkan bala tentaranya dari golongan manusia untuk memerangi orang-orang yang istiqomah itu.
Oleh karena itu kita dapati orang-orang kafir mengerahkjan segenap upayanya untuk memusuhi dan memerangi hamba-hamba Allah SWT yang Shalih.
Kiat Untuk Selamat Dari Tipu Daya Setan
1. Menuntut ilmu syar’i atau belajar tentang agama
2. Menjaga shalat berjama’ah
3. Memperbanyak dzikir
4. Ikhlas dalam ibadah
5. Berteman dengan orang yang sholih dan menjauhi teman yang buruk akhlaknya
6. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum
7. Menjaga pandangan mata dari yang haram
Semoga shalawat dan salam sejahtera tercurah atas Nabi Muhammad SAW, keluaraga dan para sahabatnya.
Sumber : LBKI HASMI, Bogor


iya bener.. emang dari yang kecil-kecil dulu awalnya dan tampak sepele. makasih u artikelnya.
anjrah-yarobbi.com
Moga bermanfaat. saling mengingatkan aja brow”